Kamis, 16 Desember 2010

RAMUAN TRADISIONAL UNTUK AMANDEL

[AMANDEL.jpg]
Amandel adalah semacam penyakit dalam leher ( kelenjar leher bengkak ) atau berbisul. Amandel ini bisa disebabkan oleh perut / darah kotor. Pantangan penderita penyakit ini adalah hindarkan makan / minum yang banyak mengandung susu, gula, dll
adapun ramuan tradisional nya adalah
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu
Cara membuat: Kunyit diparut, jeruk diperas untuk diambil airnya,
kemudian dicampur dengan madu dan 1/2 gelas air hangat, diaduk
sampai merata dan disaring
Cara menggunakan:diminum secara rutin 2 hari sekali.
Kemudian usahakan penderita mandi uap air panas agar keringat mudah keluar dan berolah ragalah pada udara segar di pagi hari. Lakukanlah secara rutin dan disiplin. somoga tips ini bermanfaat buar pembaca..

Senin, 11 Oktober 2010

Matahari Bercincin di Belitung

Matahari Bercincin di Belitung
Minggu, 18 April 2010 | 11:08 WIB
POS BELITUNG
Matahari bercincin

TANJUNGPANDAN, KOMPAS.com —Pemandangan berbeda terlihat di langit Tanjungpandan dan sekitarnya, Sabtu (17/4/2010). Pemandangan itu adalah fenomena alam berupa matahari yang sedang bersinar terang diliputi sebuah lingkaran besar.

Fenomena yang oleh para ahli disebut efek halo ini terjadi pada siang hari. Lingkaran yang mengelilingi matahari itu berwarna-warni seperti pelangi. Dalam jarak sangat jauh dari lingkaran terluar itu tampak pelangi berwarna-warni, meski tak terbentuk sempurna.

Selain itu, tampak jelas pula bayangan hitam yang berada di sekitar matahari. Efek halo pada matahari terjadi saat cuaca cerah.

Tak tampak ada awan mendung di sekitar matahari itu. Yang terlihat hanyalah gumpalan awan seputih kapas dan awan tipis berwarna putih seperti sedang tersapu angin. Langit pun berwarna biru cerah.

Ketika fenomena ini muncul, banyak masyarakat yang ikut menyaksikan. Mereka mengabadikannya dengan kamera ponsel dan kamera digital. Tak sedikit pula yang mencoba menyaksikan dengan mata telanjang, kendati harus melindungi mata dengan tangan

Senin, 27 September 2010

Efek dari Injeksi Vitamin C


Konon, dengan suntik Vitamin C bukan saja membuat badan jadi segar dan sehat, tapi juga membuat kulit si pemakai menjadi mulus. Lebih dari itu, produk ini juga diklaim bisa membuat pemakainya awet muda.

Iklan yang jor-joran, promosi dari mulut ke mulut, membuat banyak wanita tergoda untuk mencoba. Apalagi, dari segi harga relative jauh lebih murah ketimbang melakukan tindakan operasi.

Promosi hanya dengan uang beberapa ratus ribu, bisa tampil cantik dan awet muda, memang sungguh menggoda. Bisa jadi ini juga sebabnya belakangan makin banyak klinik kecantikan yang juga menyediakan layanan suntik Vitamin C. Lebih yakin lagi, karena sejumlah klinik itu juga menyediakan dokter untuk berkonsultasi.
Benarkah suntik Vitamin C itu aman bagi kesehatan?? Benarkah tidak ada efek sampingan?

Dokter Spesialis Kulit, Titi Moertolo, dengan tegas membantah keamanan suntik Vitamin C. Menurutnya, di beberapa Negara hal tersebut sudah dilarang. Di Amerika misalnya, tidak pernah direkomendasikan melakukan hal itu, di Australia, dokternya masuk penjara. Bahkan di Afrika hal itu sudah dilarang sejak 20 tahun lalu.

“Di Indonesia? Gila!!! Malah Makin gila!!! Lebih gila lagi, barangnya diperoleh dari black market kemudian disuntikan kepada pasien..Hanya dengan suntik Rp 60.000 seolah semua beres,” ungkap dokter Titi dalam bicang dengan Tokoh di ruang prakteknya bilangan Bendungan Hilir, Jakarta .

Konsumen, ingatnya, hendaknya berpikir panjang dan jangan terbuai dengan iming-iming tidak ada efek sampingan. Asal tahu saja, tegas dokter Titi, ada banyak efek sampingan dari suntikan Vitamin C yang dilakukan terus menerus, di antaranya, batu ginjal, batu empedu, penipisan tulang, pengeroposan, dll. Lebih mengerikan lagi, ternyata ada efek ketagihan yang dialami konsumen.

“Kalau tidak disuntik, si pasien merasa badannya lemas. Ada kasus, pasien yang merasa harus terus mendapat suntikan itu.

Padahal dia sudah menjadi langsing, kulitnya sudah putih, tapi tetap merasa ‘butuh’ dan harus mendapat suntikan itu. Ini ‘ kan aneh. Pasien itu bilang, dia merasa fly, asyik, bila mendapat suntikan itu. Jadi sudah seperti narkoba, orang menjadi ketagihan. Saya tidak tahu, apakah suntikan yang diberikan diberi campuran sesuatu sehingga orang menjadi ketagihan,” jelasnya.

Kasus-kasus Kecanduan
Dokter Titi memaparkan hal ini berdasarkan kasus-kasus yang diterimanya. Dia bercerita, suatu ketika ia kedatangan pasien, seorang ibu yang meminta tolong agar dia melepaskannya dari ketagihan suntik VitaminC. “Ibu itu datang ke saya, bilang dia bingung untuk melepaskan diri dari ketagihan, tidak tahu bagaimana caranya.

Saya bilang, ya, berhenti dong bu. Dia jawab, tidak bisa dok, saya butuh, harus!! Kasus lain, seorang remaja datang ke saya, dan menyatakan ingin melepaskan diri dari ketagihan.

Menurutnya, bukan hanya dia tapi empat temannya juga mengalami hal tersebut. Empat temannya, sudah putih (kulit) semua, seperti mayat, wajah kuyu, tapi terus menerus suntik, karena ketagihan.

Belakangan saya dapat informasi lagi, kalau salah satu temannya itu sampai tidak tahan terhadap sinar matahari. Ini ‘ kan sungguh mengerikan. Entah apa yang sudah dimasukkan ke dalam badan dia, apakah ada campuran terhadap obat yang disuntikan, saya juga tak tahu,” tandasnya.

Dan, tambahnya, asal tahu saja, yang mengerjakan (menyuntik) Vitamin C dosis tinggi itu adalah dokter juga. “Jadi buat saya sendiri bagai buah simalakama. Apa yang harus saya perbuat?? Kami sama-sama dokter, saya jadi tidak enak dan serba salah.

Dokter yang melakukan itu merasa dirinya sangat benar,” katanya.
Yang jadi pertanyaan, sekalipun sudah banyak korbannya, kenapa praktek menyuntik Vitamin C ini tidak dilarang di Indonesia , sementara di Negara lain tidak diperbolehkan.

“Di Malaysia saja hal itu sudah dilarang, karena banyak yang mati. “No injection Vitamin C at all”, sekalipun demi kecantikan, demi kosmetik, tidak boleh! Tapi di sini seolah didiamkan saja,” katanya.

Menopause Dini
Padahal, kalau melihat di Indonesia sebenarnya korbannya juga tak kurang banyaknya. Salah satunya adalah kasus kematian artis terkenal Alda. Memang, jelas dokter Titi, kasus Alda, selain suntik Vitamin C juga ada campuran narkoba.

Namun, asal tahu saja, jelasnya, Vitamin C injection itu mengubah metabolisme obat. Misalnya, disuntikkan vitamin C dan E, nah, vitamin E tidak bisa keluar dari tubuh selama 4 minggu karena adanya vitamin C yang disuntik secara bersamaan. Bagaimana dengan narkoba? Kemungkinannya, narkoba itu tidak bisa keluar karena adanya Vitamin C tadi, pada akhirnya pasien mati.

Satu hal lagi, ujar dokter Titi, Vitamin C dosis tinggi bisa juga untuk aborsi. Remaja-remaja yang suka mengkonsumsi Vitamin C dosis tinggi, mensnya tidak teratur dan sedikit, hanya 1 sampai 3 hari. Mereka ini kemungkinannya pada umur 35-36 tahun akan mengalami menopause dini.
Memang, kata dokter Titi, Vitamin C bermanfaat untuk tubuh asalkan dikonsumsi dengan dosis yang disarankan. Di Amerika misalnya, dosis yang disarankan adalah 50-90 mg, sedang di Indonesia antara 50-70 mg. Jadi bila kita mengkonsumsi 100 mg, cukup.

Atau sebenarnya, tambahnya lagi, Vitamin C cukup didapat dari makanan yang alami, seperti mengkonsumsi 1 buah jeruk per hari, itu setara dengan 50 mg Vitamin C. Bandingkan jika suntik Vitamin C di mana sekali suntik 4.000 mg akan masuk ke tubuh kita, berarti sungguh jauh dari dosis normal yang disarankan.

“Mengkonsumsi 500 mg, buat apa? Itu kan megadosis, kita tidak butuh itu. Memang benar Vitamin C secara positif, baik untuk menghilangkan kerutan, tapi tidak perlu dengan angka (dosis) setinggi itu. Itu masalah,” tegasnya.

Kembali ke masalah Vitamin C injection. Dia menyarankan agar konsumen hendaknya berpikir panjang jika ada tawaran-tawaran mengiurkan seperti suntik Vitamin C bisa menghilangkan kerutan, melangsingkan, atau bahkan membuat kulit mulus dan putih secara cepat (instant).

“Memang itu semua bisa didapat, langsing dan putih, dengan cepat hal ini karena Vitamin C menghambat pembentukan pigmen pada kulit. Tapi efeknya tanggung sendiri. Karena tidak ada sesuatu yang didapat secara instant tanpa efek. Jika terlalu sering endapan Vitamin C di dalam tubuh memungkinkan adanya kristalisasi.

Jadi saran saya, perpikir panjanglah sebelum melakukan, dari pada menyesal kemudian,”

Selasa, 24 Agustus 2010

Kenali ciri-ciri kanker otak


Sebelum memahami lebih lanjut tentang gejala kanker otak, Anda perlu memahami struktur otak manusia terlebih dahulu. Otak merupakan organ tubuh penting yang mengatur segala aktivitas / gerakan tubuh manusia. Bayangkan saja Anda sedang naik motor, ada berapa aktivitas yang Anda lakukan? Melihat jalan, menyetir, lihat kiri-kanan, lihat kaca spion, menyeimbangkan, belum lagi sambil mikir nanti malam mau makan apa... Dalam satu detik, ada riburan hal yang terjadi dalam otak Anda (baik yang terjadi secara sadar maupun tidak sadar).

Otak bisa multitasking begini karena semua aktivitas tersebut diatur oleh bagian otak yang berbeda (tiap bagian memiliki fungsi yang berbeda). Secara umum, otak manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brain stem). Tiap bagian ini terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, di mana masing-masing bagian kecil tersebut terbagi lagi, dan seterusnya. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedangkan bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) dan tulang tengkorak.

Anatomi otak manusia

Nah, tiap bagian otak tersebut bisa terkena tumor/kanker. Walaupun tumor jinak, tapi karena tumbuhnya di otak, bisa menjadi sangat berbahaya. Tumor tersebut dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak). Seiring dengan berkembangnya tumor tersebut, jaringan otak akan semakin tertekan. Padahal volume rongga tengkorak sangat terbatas dan tidak mungkin bertambah besar. Inilah yang menjadikan sakit kepala / pusing sebagai gejala awal kanker otak.

Ciri-ciri awal kanker otak sangat bervariasi, tergantung pada bagian otak mana yang terserang. Misalnya kepala pusing atau terasa mual. Berikut gejala kanker otak yang patut Anda waspadai:

  • sakit kepala disertai mual sampai muntah yang menyemprot
  • daya penglihatan berkurang
  • penurunan kesadaran atau perubahan perilaku
  • gangguan berbicara
  • gangguan pendengaran
  • gangguan berjalan / keseimbangan tubuh
  • gangguan saraf
  • anggota gerak melemah atau kejang
  • pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol

Ingat, daftar di atas hanya merupakan gejala. Walaupun Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, belum tentu Anda terkena kanker otak. Untuk memastikan, Anda harus diperiksa langsung oleh dokter ahli syaraf serta menjalani pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, angiogram, myelogram, spinal tap dan biopsi.

Senin, 23 Agustus 2010

kanker

Kanker / kænsər / ( listen ) (medical term: malignant neoplasm ) is a class of diseases in which a group of cells display uncontrolled growth ( division beyond the normal limits), invasion (intrusion on and destruction of adjacent tissues), and sometimes metastasis (spread to other locations in the body via lymph or blood). dengarkan ) (istilah medis: ganas neoplasma ) adalah kelas penyakit di mana sekelompok sel layar tak terkendalikan pertumbuhan ( divisi di luar batas normal), invasi (penyusupan dan penghancuran jaringan sekitar), dan kadang-kadang metastasis (menyebar ke lokasi lain dalam tubuh melalui getah bening atau darah). These three malignant properties of cancers differentiate them from benign tumors , which are self-limited, and do not invade or metastasize. Ketiga sifat kanker ganas membedakan mereka dari tumor jinak , yang diri-terbatas, dan tidak menyerang atau metastasis. Most cancers form a tumor but some, like leukemia , do not. Sebagian besar kanker membentuk tumor tetapi beberapa, seperti leukemia , tidak. The branch of medicine concerned with the study, diagnosis, treatment, and prevention of cancer is oncology . Cabang kedokteran berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker adalah onkologi .

Cancer affects people at all ages with the risk for most types increasing with age. [ 1 ] Cancer caused about 13% of all human deaths in 2007 [ 2 ] (7.6 million). [ 3 ] Kanker mempengaruhi orang-orang di segala usia dengan risiko untuk hampir semua jenis meningkat dengan usia. [1] Kanker disebabkan sekitar 13% dari semua kematian manusia di tahun 2007 [2] (7,6 juta). [3]

Cancers are caused by abnormalities in the genetic material of the transformed cells. [ 4 ] These abnormalities may be due to the effects of carcinogens , such as tobacco smoke , radiation , chemicals , or infectious agents . Kanker disebabkan oleh kelainan pada materi genetik dari mengubah sel. [4] kelainan ini mungkin karena pengaruh carcinogens , seperti asap tembakau , radiasi , bahan kimia , atau agen infeksius . Other cancer-promoting genetic abnormalities may randomly occur through errors in DNA replication , or are inherited , and thus present in all cells from birth. Lain mempromosikan genetik kelainan-kanker secara acak dapat terjadi melalui kesalahan dalam replikasi DNA , atau warisan , dan dengan demikian hadir di semua sel dari lahir. The heritability of cancers is usually affected by complex interactions between carcinogens and the host's genome . The heritabilitas kanker biasanya dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara karsinogen dan inang genom .

Genetic abnormalities found in cancer typically affect two general classes of genes. kelainan genetik yang ditemukan kanker biasanya mempengaruhi dua kelas umum gen. Cancer-promoting oncogenes are typically activated in cancer cells, giving those cells new properties, such as hyperactive growth and division, protection against programmed cell death , loss of respect for normal tissue boundaries, and the ability to become established in diverse tissue environments. Tumor suppressor genes are then inactivated in cancer cells, resulting in the loss of normal functions in those cells, such as accurate DNA replication, control over the cell cycle , orientation and adhesion within tissues, and interaction with protective cells of the immune system . Kanker-mempromosikan onkogen biasanya diaktifkan pada sel kanker, sel-sel baru memberikan sifat tersebut, seperti pertumbuhan hiperaktif dan pembagian, perlindungan terhadap sel mati terprogram , hilangnya rasa hormat terhadap batas-batas jaringan normal, dan kemampuan untuk menjadi yang didirikan di lingkungan jaringan beragam. Tumor gen penekan kemudian dilemahkan dalam sel-sel kanker, yang mengakibatkan hilangnya fungsi normal pada sel-sel, seperti replikasi DNA yang akurat, pengendalian atas siklus sel , orientasi dan adhesi dalam jaringan, dan interaksi dengan sel pelindung dari sistem kekebalan tubuh .

Definitive diagnosis requires the histologic examination of a biopsy specimen, although the initial indication of malignancy can be symptomatic or radiographic imaging abnormalities. diagnosis pasti memerlukan histologis pemeriksaan dari biopsi spesimen, meskipun indikasi awal dari keganasan dapat gejala atau radiografi imaging abnormalities. Most cancers can be treated and some forced into remission , depending on the specific type, location, and stage . Sebagian besar kanker dapat diobati dan beberapa dipaksa menjadi pengampunan , tergantung pada jenis tertentu, lokasi, dan panggung . Once diagnosed, cancer is usually treated with a combination of surgery , chemotherapy and radiotherapy . Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan kombinasi bedah , kemoterapi dan radioterapi . As research develops, treatments are becoming more specific for different varieties of cancer. Seperti penelitian berkembang, perawatan menjadi lebih spesifik untuk varietas yang berbeda kanker. There has been significant progress in the development of targeted therapy drugs that act specifically on detectable molecular abnormalities in certain tumors, and which minimize damage to normal cells. Telah ada kemajuan yang signifikan dalam pengembangan terapi bertarget obat yang bertindak secara khusus pada kelainan molekul terdeteksi dalam tumor tertentu, dan yang meminimalkan kerusakan pada sel-sel normal. The prognosis of cancer patients is most influenced by the type of cancer, as well as the stage , or extent of the disease. Prognosis pasien kanker yang paling dipengaruhi oleh jenis kanker, serta tahap , atau sejauh mana penyakit ini. In addition, histologic grading and the presence of specific molecular markers can also be useful in establishing prognosis, as well as in determining individual treatments. Selain itu, histologis grading dan keberadaan penanda molekuler spesifik juga dapat berguna dalam membangun prognosis, serta menentukan individu perawatan.

kanker

Kanker / kænsər / ( listen ) (medical term: malignant neoplasm ) is a class of diseases in which a group of cells display uncontrolled growth ( division beyond the normal limits), invasion (intrusion on and destruction of adjacent tissues), and sometimes metastasis (spread to other locations in the body via lymph or blood). dengarkan ) (istilah medis: ganas neoplasma ) adalah kelas penyakit di mana sekelompok sel layar tak terkendalikan pertumbuhan ( divisi di luar batas normal), invasi (penyusupan dan penghancuran jaringan sekitar), dan kadang-kadang metastasis (menyebar ke lokasi lain dalam tubuh melalui getah bening atau darah). These three malignant properties of cancers differentiate them from benign tumors , which are self-limited, and do not invade or metastasize. Ketiga sifat kanker ganas membedakan mereka dari tumor jinak , yang diri-terbatas, dan tidak menyerang atau metastasis. Most cancers form a tumor but some, like leukemia , do not. Sebagian besar kanker membentuk tumor tetapi beberapa, seperti leukemia , tidak. The branch of medicine concerned with the study, diagnosis, treatment, and prevention of cancer is oncology . Cabang kedokteran berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker adalah onkologi .

Cancer affects people at all ages with the risk for most types increasing with age. [ 1 ] Cancer caused about 13% of all human deaths in 2007 [ 2 ] (7.6 million). [ 3 ] Kanker mempengaruhi orang-orang di segala usia dengan risiko untuk hampir semua jenis meningkat dengan usia. [1] Kanker disebabkan sekitar 13% dari semua kematian manusia di tahun 2007 [2] (7,6 juta). [3]

Cancers are caused by abnormalities in the genetic material of the transformed cells. [ 4 ] These abnormalities may be due to the effects of carcinogens , such as tobacco smoke , radiation , chemicals , or infectious agents . Kanker disebabkan oleh kelainan pada materi genetik dari mengubah sel. [4] kelainan ini mungkin karena pengaruh carcinogens , seperti asap tembakau , radiasi , bahan kimia , atau agen infeksius . Other cancer-promoting genetic abnormalities may randomly occur through errors in DNA replication , or are inherited , and thus present in all cells from birth. Lain mempromosikan genetik kelainan-kanker secara acak dapat terjadi melalui kesalahan dalam replikasi DNA , atau warisan , dan dengan demikian hadir di semua sel dari lahir. The heritability of cancers is usually affected by complex interactions between carcinogens and the host's genome . The heritabilitas kanker biasanya dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara karsinogen dan inang genom .

Genetic abnormalities found in cancer typically affect two general classes of genes. kelainan genetik yang ditemukan kanker biasanya mempengaruhi dua kelas umum gen. Cancer-promoting oncogenes are typically activated in cancer cells, giving those cells new properties, such as hyperactive growth and division, protection against programmed cell death , loss of respect for normal tissue boundaries, and the ability to become established in diverse tissue environments. Tumor suppressor genes are then inactivated in cancer cells, resulting in the loss of normal functions in those cells, such as accurate DNA replication, control over the cell cycle , orientation and adhesion within tissues, and interaction with protective cells of the immune system . Kanker-mempromosikan onkogen biasanya diaktifkan pada sel kanker, sel-sel baru memberikan sifat tersebut, seperti pertumbuhan hiperaktif dan pembagian, perlindungan terhadap sel mati terprogram , hilangnya rasa hormat terhadap batas-batas jaringan normal, dan kemampuan untuk menjadi yang didirikan di lingkungan jaringan beragam. Tumor gen penekan kemudian dilemahkan dalam sel-sel kanker, yang mengakibatkan hilangnya fungsi normal pada sel-sel, seperti replikasi DNA yang akurat, pengendalian atas siklus sel , orientasi dan adhesi dalam jaringan, dan interaksi dengan sel pelindung dari sistem kekebalan tubuh .

Definitive diagnosis requires the histologic examination of a biopsy specimen, although the initial indication of malignancy can be symptomatic or radiographic imaging abnormalities. diagnosis pasti memerlukan histologis pemeriksaan dari biopsi spesimen, meskipun indikasi awal dari keganasan dapat gejala atau radiografi imaging abnormalities. Most cancers can be treated and some forced into remission , depending on the specific type, location, and stage . Sebagian besar kanker dapat diobati dan beberapa dipaksa menjadi pengampunan , tergantung pada jenis tertentu, lokasi, dan panggung . Once diagnosed, cancer is usually treated with a combination of surgery , chemotherapy and radiotherapy . Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan kombinasi bedah , kemoterapi dan radioterapi . As research develops, treatments are becoming more specific for different varieties of cancer. Seperti penelitian berkembang, perawatan menjadi lebih spesifik untuk varietas yang berbeda kanker. There has been significant progress in the development of targeted therapy drugs that act specifically on detectable molecular abnormalities in certain tumors, and which minimize damage to normal cells. Telah ada kemajuan yang signifikan dalam pengembangan terapi bertarget obat yang bertindak secara khusus pada kelainan molekul terdeteksi dalam tumor tertentu, dan yang meminimalkan kerusakan pada sel-sel normal. The prognosis of cancer patients is most influenced by the type of cancer, as well as the stage , or extent of the disease. Prognosis pasien kanker yang paling dipengaruhi oleh jenis kanker, serta tahap , atau sejauh mana penyakit ini. In addition, histologic grading and the presence of specific molecular markers can also be useful in establishing prognosis, as well as in determining individual treatments. Selain itu, histologis grading dan keberadaan penanda molekuler spesifik juga dapat berguna dalam membangun prognosis, serta menentukan individu perawatan.